Kamis, 23 Agustus 2012

Puasa Mendidik Pribadi Utama


KHUTHBAH IDUL FITHRI 1433 H:

PUASA MENDIDIK PRIBADI UTAMA
Oleh Ahmad Ahid, Lc, MSI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
نحمده سبحانه ونشكره على نعمه ونعمة هذا اليوم العظيم يوم صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده، ونصلي ونسلم على خير خلقه بعثه الله رحمة للعالمين محمد الأمين وعلى آله وصحبه أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله الملك الحق المبين وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الصادق الوعد الأمين. أما بعد ...
فيا معشر الؤمنين اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون واتقوا الله لعلكم تفلحون.
Kaum muslimin rahimakumullah…
Marilah kita awali pertemuan kita di pagi ini dengan pujian dan kesyukuran kepada Allah atas segala limpahan nikmatNya dan nikmat hari ini, hari Idul Fithri, hari dimana Allah tepati janjiNya, Allah tolong hambaNya, Allah menangkan tentaraNya dan hancurkan musuh-musuhNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rasulullah SAW, melimpah kepada keluarga dan para sahabatnya.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahilhamd
Pada hari ini, seluruh kaum muslimin menyenandungkan takbir, tahlil dan tahmid kepada Allah SWT sebagai tanda selesainya masa pendidikan selama satu bulan lamanya. Ya, dialah bulan agung Ramadlan yang setiap saatnya mengandung nilai-nilai pendidikan, baik pendidikan ruhani/qalbi, pendidikan aqli maupun pendidikan jasmani.
Ma’syaral Mukminin rahimakumullah
Inilah tiga unsur penting struktur bangunan manusia. Ruhani adalah organ halus manusia, tempat menerima hidayah dan tumbuhnya keimanan. Aqli adalah organ intelegensi manusia, tempat untuk berpikir, memutuskan perkara, menentukan baik dan buruknya. Jasmani adalah organ kasar manusia, pelaksana intruksi akal manusia. Setiap unsur ini harus diberikan nutrisi yang seimbang agar kehidupan manusia berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahilhamd
Unsur ruhani/qalbi membutuhkan nutrisi yang mampu menjaga fitrahnya, yaitu fitrah keimanan dan pengabdian kepada Allah SWT. Maka nutrisi yang dibutuhkan adalah kegiatan-kegiatan ibadah, baik shalat, puasa, zakat, tilawah al-Qur’an, berdzikir dan amal-amal ibadah yang lain. Unsur aqli membutuhkan nutrisi yang mampu menjaga kemampuan berpikirnya, ketajaman analisanya, kecerdasan dan kepiawaiannya dalam bertindak dan memutuskan perkara. Maka nutrisi yang dibutuhkan adalah belajar dengan segala dimensinya. Unsur jasmani membutuhkan nutrisi yang mampu menjaga kesehatan tubuhnya dan menolak segala hal yang bisa mengganggu atau merusak fungsi organ tubuhnya. Maka nutrisi yang dibutuhkan adalah makanan yang halal dan thayyib, di samping pola makan yang teratur.
Kaum muslimin yang berbahagia …
Segala kebutuhan ketiga unsur struktur bangunan manusia tersebut tercukupi di bulan Ramadlan. Nutrisi ruhani, sungguh Ramadlan penuh dengan nutrisi itu. Ada qiyamu ramadlan atau tarawih yang menjadi menu spesial, sehingga masjid-masjid menjadi ramai dengan kegiatan ini. Manusia-manusia yang tidak pernah bau masjid pun hadir mengisi shaf-shaf tarawih, meskipun hari-hari berikutnya absen, namun mereka tahu bahwa mereka sedang berada di bulan Ramadlan. Masjid-masjid, langgar-langgar, surau-surau dan rumah-rumah pun ramai dengan lantunan suara ayat-ayat al-Qur’an. Sungguh pemandangan yang menjadikan ruhani menjadi hidup dan semakin hidup.
Nutrisi aqli, sungguh Ramadlan penuh dengan nutrisi itu. Muncul banyak pengajian di masjid-masjid, ceramah-ceramah setelah shubuh atau setelah tarawih, pesantren ramadlan dan lain sebagainya. Masa satu bulan menjadi masa yang sangat efektif untuk peningkatan keilmuan dan kecerdasan.
Nutrisi jasmani, sungguh Ramadlan penuh dengan nutrisi itu. Muncul banyak makanan-makanan khas dan hanya ditemukan di Ramadlan. Ramadlan seakan-akan menjadi bulan untuk memanjakan jasmani kita. Di samping keteraturan pola makan yang stabil dari shubuh hingga maghrib. Sungguh keteraturan pola makan seperti ini sangat mampu menjaga kesehatan pencernaan.
Semua ada di Ramadlan, semua tersedia di Ramadlan. Tidak ada tujuan kecuali Allah SWT ingin menjadikan diri kita orang-orang yang memiliki pribadi utama, pribadi yang sehat ruhaninya, sehat akalnya dan sehat jasmaninya. Dengan memiliki kesehatan dalam ketiga hal ini, kita akan dapat melaksanakan tugas, kewajiban dan fungsi kita baik kepada Allah (hablun minallah) maupun kepada sesama manusia (hablun minannas).
Kaum muslimin yang berbahagia…
Akankah Ramadlan yang baru saja kita lalui terus akan memberikan pengaruh dan bekas kepada diri kita pada kehidupan kita di bulan-bulan yang akan datang? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Sejauh mana kita mampu memaknai Ramadlan, mengambil nilai dan pelajaran Ramadlan, menjadikannya bekal untuk menempuh terjalnya kehidupan. Janganlah kita berpuasa hanya sebatas menggugurkan kewajiban, hanya memenuhi asas kepantasan dan rutinitas kebiasaan, namun diri kita belum terbentuk dan tershibghah oleh Ramadlan. Diri kita di satu lembah sementara Ramadlan di lembah yang lain. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita:
رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطش
Artinya: Kadang terjadi ada orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari Ramadlan kecuali lapar dan dahaga.
Padahal kita tidak tahu, akankah kita bertemu dengan Ramadlan tahun depan, ataukah tahun ini merupakan Ramadlan terakhir kita. Inilah perasaan yang harus muncul dalam diri kita. Perasaan ihtisab antara raja’ (pengharapan diterimanya amal) dan khauf (takut tidak diterimanya amal) inilah yang akan selalu mengajak kita untuk menghadirkan amal ibadah terbaik. Karena pentingnya ihtisab ini, Rasulullah SAW menjadikannya sebagai salah satu syarat diampuninya dosa setelah keimanan:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadlan dengan keimanan dan ihtisab maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Maka tetaplah istiqamah mengaplikasikan nilai dan pelajaran Ramadlan dalam kehidupan kita selepas Ramadlan. Kita bawa suasana Ramadlan di bulan-bulan yang lain, sebagaimana para sahabat Rasulullah yang senantiasa istiqamah dan bertekad menjadikan seluruh bulan bagaikan Ramadlan.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahilhamd
Di hari fithri ini, Allah ingin memberikan kenikmatannya kepada kita dengan diperbolehkannya kita makan-makan lagi, setelah sebulan dilarang makan dan minum di siangnya. Namun janganlah kita terlena sehingga memakan apa saja dan meminum apa saja, sehingga melakukan tabdzir, israf dan berfoya-foya. Ingatlah saudara kita yang pada hari ini tidak bisa menikmati idul fithri karena kekurangan bahan makanan atau tidak ada yang dimakan atau tidak sempat menikmati makanan karena bencana atau peperangan. Mari ulurkan zakat fithri kita untuk mereka dan kita doakan agar diberikan kesabaran, ketabahan dan kemenangan.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع مجيب الدعوات. ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم. اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا. ربنا تقبل منا صلاتنا وصيامنا وقيامنا وتلاوتنا وسائر أعمالنا يا رب العالمين. اللهم اجعل العيد عيدا لمجد الإسلام. اللهم أعز الإسلام والمسلمين و أذل الشرك والمشركين والكفر والكافرين و النفاق والمنافقين والظلم والظالمين. اللهم انصر إخواننا المجاهدين في فلسطين وفي سوريا وفي رهينجنيا وفي تايلاند وفي فيلبين وكل مكان يا عزيز يا غفار يا رب العالمين. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. سبحان ربنا رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ruqyah Syar'iyyah Kudus