Selasa, 18 Januari 2011

KELUARGA PONDASI BANGUNAN MASYARAKAT


KELUARGA PONDASI BANGUNAN MASYARAKAT
Oleh: Ahmad Ahid Ulwan, Lc

A.      DEFINISI KELUARGA
Secara etimologi, keluarga berasal dari bahasa Sansekerta kula dan warga, kulawarga berarti anggota, kelompok kerabat.  Dalam bahasa Arab, keluarga memiliki kesamaan makna dengan usrah. Menurut Ibrahim Mustafa dkk, usrah adalah istri dan kerabat, atau kelompok yang diikat oleh suatu hal yang sama. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah bersatu. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak mereka.
Secara terminologi, para ulama mendefinisikan usrah adalah unit dasar dalam masyarakat yang terdiri dari beberapa anggota yang diikat oleh hubungan kekerabatan dan rahim yang memberikan andil dalam kehidupan masyarakat di berbagai sisinya; maddiyah (material), ruhiyah (immaterial), aqaidiyah (idiologi dan keyakinan), iqtishadiyah (ekonomi) dan lain-lain. Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 1988, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
B.      DASAR HUKUM BERKELUARGA
1.       Al-Qur’an Surat An-Nur: 32
 ﭽ ﭑ  ﭒ  ﭓ  ﭔ  ﭕ  ﭖ  ﭗﭘ  ﭙ   ﭚ  ﭛ  ﭜ  ﭝ  ﭞ  ﭟﭠ  ﭡ  ﭢ  ﭣ  ﭤ  
2.       Al-Hadits, riwayat Hakim:
النكاح سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني
3.      Al-Hadits, riwayat Muslim:
يا معشر الشباب ! من استطاع منكم الباءة فليتزوج. فإنه أغض للبصر، وأحصن للفرج. ومن لم يستطع فعليه بالصوم. فإنه له وجاء
C.      HAKIKAT BERKELUARGA
1.       Sunnah Ilahiyah (سنة إلهية), bahwa berkeluarga merupakan aturan Allah yang berlaku bagi seluruh makhluknya. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nahl: 72:
 ﭽ ﰁ  ﰂ  ﰃ  ﰄ  ﰅ  ﰆ   ﰇ  ﰈ  ﰉ  ﰊ  ﰋ  ﰌ  ﰍ  ﰎ   ﰏﰐ  ﰑ  ﰒ  ﰓ  ﰔ  ﰕ  ﰖ  ﰗ  
Allah SWT juga berfirman dalam Surat al-Furqan: 54:
ﯬ  ﯭ   ﯮ  ﯯ  ﯰ  ﯱ  ﯲ   ﯳ  ﯴﯵ  ﯶ  ﯷ  ﯸ  ﯹ 
2.       Faridlah Syar’iyyah (فريضة شرعية). Berkeluarga merupakan perintah Allah SWT dan RasulNya, maka melaksanakannya bernilai ibadah.
3.       Dharurah Basyariyah (ضرورة بشرية). Berkeluarga merupakan kebutuhan setiap manusia untuk mempertahankan eksistensi dirinya (حفظ النسل). Menjaga keturunan adalah bagian dari maqashid asy-syari’ah. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:
عن معقل بن يسار قال: جاء رجل إلى النبي صلى اللّه عليه وسلم فقال: إني أصبت امرأةً ذات حسب وجمال، وإنها لا تلد أفأتزوجها؟ قال: "لا" ثم أتاه الثانية فنهاه، ثم أتاه الثالثة فقال: "تزوجوا الودود الولود فإِنِّي مكاثرٌ بكم الأمم".
4.       Hajah ijtima’iyyah (حاجة اجتماعية). Manusia disamping makhluk pribadi, ia juga makhluk sosial. Banyak hal-hal yang tidak bisa dilakukan kecuali dengan bersosial. Perintah berta’awun, bertanasukh, amar ma’ruf nahi munkar, musabaqah fi al-khairat, berjihad dan lain-lain semua menggunakan bentuk jamak.
D.      MEMBENTUK KELUARGA YANG SHALIH
1.       Penyiapan diri menjadi pribadi yang shalih (إعداد الشخصية الصالحة). Menjadikan diri pribadi yang shalih membutuhkan pembinaan yang kontinyu dan terarah (mustamirrah muwajjahah). Pembinaan bisa dilakukan secara mandiri maupun mengikuti program-program pembinaan yang dilakukan oleh lembaga atau kelompok-kelompok pembinaan.
2.       Memilih istri yang shalihah (اختيار الزوجة الصالحة). Pada tahap ini, seseorang yang sudah memiliki pribadi yang shalih pasti akan mencari istri yang shalihah. Allah SWT telah menyiapkan laki-laki yang shalih untuk wanita yang shalilah, begitu juga sebaliknya. Allah SWT berfirman:
 ﭽ ﯛ  ﯜ  ﯝ  ﯞﯟ   ﯠ  ﯡ  ﯢ  ﯣﯤ  ﯥ  ﯦ   ﯧ  ﯨﯩ  ﯪ  ﯫ        ﯬ  ﯭ  ﯮ 
Rasulullah SAW memberikan arahan tentang hal-hal yang menjadi pilhan seorang lelaki yang mau menikah. Dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Daruquthni, Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : تنكح المرأة لأربع لمالها وحسبها ودينها وجمالها فاظفر بذات الدين تربت يداك
3.       Membentuk keluarga yang shalih (بناء الأسرة الصالحة).  Setelah seseorang menentukan pilihannya dan diikuti oleh akad pernikahan, maka mulailah ia memasuki gerbang baru membentuk keluarga; membina istri dan anak-anaknya mewujudkan keluarga yang shalihah.
E.       TANGGUNG JAWAB KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK
1.       Anak merupakan hasil hubungan cinta suami dan istri (الولد ثمرة الحب). Sebuah kebahagiaan yang besar, ketika pasangan suami dan istri diberikan karunia anak. Maka sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT, disunnahkan melakukan aqiqah pada tujuh hari dari kelahirannya.
2.       Buah yang baik dari bibit dan lahan yang baik (الثمرة الجيدة من بذرة جيدة ومزرعة جيدة). Setiap petani yang mengharapkan hasil panennya baik, terlebih dahulu menyiapkan bibit yang unggul dan lahan tempat menyemai benihnya dengan baik, menjaga kesuburan tanah dan menjaganya dari zat-zat yang membuat benih tidak tumbuh atau tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan.
3.       Penyiapan lingkungan pendidikan yang kondusif (إعداد البيئة الصالحة للنمو). Lingkungan merupakan sarana pembelajaran seorang anak, baik lingkungan di dalam keluarganya, lingkungan pergaulan dengan masyarakatnya, juga lingkungan pendidikan keilmuannya. Ketika semua lingkungan terkondisikan dengan baik, maka seorang anak akan tumbuh dengan baik dan sejalan dengan fitrahnya dimana Allah menciptakan dirinya di atasnya.
F.       MASYARAKAT YANG SHALIH DARI KELUARGA YANG SHALIH
1.       Keluarga yang shalih adalah keluarga yang bertakwa (على أساس التقوى). Takwa adalah mabda, amaliyah dan ghayah. Artinya langkah pertama pembentukan keluarga yang shalih dengan takwa, melaksanakan kegiatan keluarga dengan takwa dengan tujuan dan harapan menggapai derajat takwa.
2.       Ketakwaan mendatangkan banyak manfaat (نتائج التقوى). Takwa adalah kebaikan universial. Bagi yang melakukannya akan mendapatkan banyak sekali manfaat, diantaranya: mendapatkan solusi kehidupan, mendapatkan rizki yang tidak disangka-sangka, kemudahan dalam urusan, dihapuskan kejahatan dalam dirinya serta disediakan baginya pahala yang besar. Allah SWT berfirman dalam Surat ath-Thalaq: 2-5:
 ﭽ ﮀ  ﮁ  ﮂ  ﮃ   ﮄ   ﮅ  ﮆ  ﮇ  ﮈ  ﮉ  ﮊ  ﮋ   ﮌ  ﮍ  ﮎﮏ  ﮐ  ﮑ  ﮒ  ﮓ  ﮔ            ﮕ   ﮖ  ﮗ  ﮘﮙ  ﮚ  ﮛ    ﮜ  ﮝ  ﮞ    ﮟ  ﮠ  ﮡ   ﮢ   ﮣ  ﮤ   ﮥﮦ  ﮧ  ﮨ  ﮩ  ﮪ  ﮫ  ﮬﮭ  ﮮ    ﮯ   ﮰ  ﮱﯓ  ﯔ  ﯕ  ﯖ  ﯗ  ﯘ  ﯙ  ﯚ  ﯛ  ﯜ    ﯝ  ﯞ  ﯟ  ﯠ  ﯡ  ﯢ  ﯣ  ﯤ  ﯥ   ﯦ  ﯧ   ﯨﯩ  ﯪ  ﯫ  ﯬ  ﯭ  ﯮ  ﯯﯰ   ﯱ  ﯲ    ﯳ  ﯴ  ﯵ  ﯶ  ﯷ  ﯸ                 ﯹ  ﯺ  ﯻ  ﯼ  ﯽ   ﯾﯿ  ﰀ  ﰁ  ﰂ  ﰃ  ﰄ       ﰅ  ﰆ  ﰇ  ﰈ  ﰉ   .
3.       Keshalihan pribadi dan keshalihan sosial (أصلح نفسك وادع غيرك). Seorang muslim yang shalih tidak merasa tenang, kecuali ia memperluas jangkauan keshalihannya. Tidak tempat yang ia singgahi, kecuali ia melakukan keshalihan dan mengajak orang lain untuk bersama-sama menciptakan keshalihan di berbagai bidang kehidupan.

Reaksi:

3 komentar:

  1. pak,, bagaimana caranya memberi murattal alquran di gadget?

    BalasHapus
  2. Buat gadget baru. pilih HTML/JavaScript, buka situs ini: www.readthequran.org, cari kodenya, c opy di kotak konfigurasi html/javascript,
    Kemudian simpan dan lihat blog. Insya Allah bisa

    BalasHapus
  3. terimakasih ya pak balasannya,, semoga ilmu yang bapak berikan kepada saya bisa bermanfaat.

    BalasHapus

Ruqyah Syar'iyyah Kudus